Asosiasi Keramik Apresiasi Upaya Pemulihan Industri

Asosiasi Keramik Apresiasi Upaya Pemulihan Industri. Pekerja memproduksi guci dan pot keramik di industri rumahan sentra keramik Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/10/2020). Penjualan keramik hias yang dijual dengan kisaran harga Rp30 ribu hingga jutaan rupiah tersebut mengalami peningkatan hingga 50 persen tiap bulannya sejak  pandemi COVID-19 dan dipasarkan ke sejumlah wilayah di Indonesia hingga mancanegara.

IHRAM.CO.ID,JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, pemerintah mendukung upaya percepatan pemulihan industri keramik di dalam negeri akibat pandemi Covid-19. Salah satunya melalui stimulus untuk menurunkan harga gas baru menjadi US $ 6 per MMBTU.

Pemerintah, lanjutnya, juga menerapkan perlindungan terhadap produk impor dari China, India, dan Vietnam. “Upaya ini mendorong peningkatan daya saing industri keramik terhadap ancaman produk impor. Jadi, kebijakan pemerintah memberikan keuntungan tepat waktu dan tepat waktu,” kata Edy dalam keterangan resmi, Selasa (12/1).

Ia mengatakan, dampak nyata dari peningkatan kinerja industri keramik di Indonesia salah satunya terlihat dari penggunaan produksi nasional yang mulai meningkat hingga 65 persen pada November 2020. Pencapaian tersebut seperti tingkat penggunaan pada awal 2020 atau sebelum pandemi Covid-19.

“Artinya industri keramik kita sudah pulih,” kata Edy. Asaki berharap pemerintah terus berupaya meningkatkan daya beli masyarakat.

Antara lain melalui kebijakan National Economic Recovery (PEN) dan percepatan penyerapan APBN atau APBD. “Jika kebijakan berjalan dengan baik, kami optimistis kapasitas produksi industri keramik nasional pada akhir tahun 2020 bisa meningkat hingga 70 persen, yang merupakan angka tertinggi dalam lima tahun terakhir,” jelasnya.

Edy menambahkan, pemulihan industri keramik juga tercermin dari kinerja ekspor pada Januari hingga September 2020. Selama periode tersebut ekspor keramik mencapai 49,8 juta dolar AS, meningkat 24 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kemudian total mencapai 12,8 juta meter persegi atau meningkat 29 persen. "Kinerja ekspor sembilan bulan tahun ini merupakan yang tertinggi sejak 2016," ujarnya.

Baca:  BCA Tutup Operasi Saat Cuti Bersama