Anggota IPB Bahas PAU dan Penguatan Ekosistem Wakaf

Dr Irfan Syauqi Beik, pakar ekonomi syariah FEM IPB University.

Wakaf PAU sangat penting dalam memperkuat ekosistem wakaf nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Dr. Irfan Syauqi Beik, dosen IPB University dari Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), mengatakan salah satu keberhasilan penting yang dilakukan Badan Wakaf Indonesia (BWI) adalah dengan menggabungkan perguruan tinggi yang sudah ada – khususnya mereka yang memiliki program studi atau pusat studi terkait ekonomi dan keuangan syariah – berkumpul dalam sebuah forum di bidang wakaf bernama Wakaf Pusat Antara Universiti (PAU).

PAU Wakaf diresmikan oleh Kepala BWI Prof Mohammad Nuh di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Kamis (18/3). Selain Wakaf PAU, pada saat yang bersamaan juga diluncurkan Working Paper Series (BWPS) BWI, sebagai media publikasi gagasan, pemikiran dan penelitian wakaf kontemporer dan National Wakaf Index (IWN) sebagai tolak ukur pengelolaan wakaf nasional. alat.

Dr. Irfan menjelaskan, peluncuran PAU Wakaf memiliki arti yang sangat penting dalam memperkuat ekosistem wakaf nasional yang saat ini sedang dikembangkan BWI. Hal ini dikarenakan kedudukan perguruan tinggi sebagai satu kesatuan pemangku kepentingan strategis dalam gerakan wakaf nasional. Kehadiran PAU Wakaf diharapkan berdampak positif bagi peningkatan pendidikan wakaf masyarakat, sehingga kesadaran wakaf masyarakat semakin meningkat. Setidaknya ada empat fokus utama yang melandasi program Endowment PAU ke depan.

“Pertama, keberadaan PAU diharapkan dapat memfasilitasi pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang wakaf, baik dari segi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dari segi pendidikan, PAU Wakaf diharapkan dapat membantu Pembelajaran Mandiri. Program Kampus Merdeka (MBKM) dikembangkan di kampus-kampus, melalui program atau kegiatan pendidikan yang dapat diubah menjadi SKS bagi mahasiswa di kampus, ”ucapnya seperti dikutip dalam rilis yang diterima. Republika.co.id.

Ia menambahkan, demikian pula halnya dengan penelitian, dimana PAU Wakaf diharapkan dapat menjadi penghubung antara peneliti di satu kampus dengan peneliti di kampus lain, untuk bisa berkolaborasi menghasilkan penelitian yang bermanfaat dalam pengembangan wakaf nasional “PAU bisa menjadi wadah. pertukaran ide dan ide penelitian antar anggotanya, ”ujarnya. Sedangkan pada aspek pengabdian kepada masyarakat, PAU wakaf diharapkan dapat menjadi laboratorium untuk praktek dan implementasi konsep wakaf dalam kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

Baca:  Laznas Wiz-Pt Nippon Indosari Corpindo Bantu Sulawesi Barat

“Seperti bagaimana mengamalkan konsep wakaf produktif di sektor pertanian kepada masyarakat pedesaan sehingga berdampak pada penguatan sektor pertanian di pedesaan,” imbuhnya.

Kedua, fokus Wakaf PAU adalah pada produksi ilmu, yaitu kegiatan yang berkaitan dengan produksi ilmu khususnya melahirkan berbagai teori dan ilmu baru di bidang wakaf yang diharapkan dapat menjadi acuan dunia. Belajar dari keberhasilan zakat melalui Pusat Kajian Strategis Baznas (Puskas) yang mampu menghasilkan banyak ilmu dan teori baru di bidang zakat, keberadaan Wakaf PAU juga diharapkan dapat memainkan peran tersebut, menjadi hub dalam Menghasilkan ilmu baru di bidang wakaf "Tidak hanya baru, tapi juga berlaku dan berdampak tinggi pada sistem wakaf nasional," ujarnya.

Ketiga, keberadaan PAU wakaf diharapkan dapat memperkuat proses transformasi digital dan pengembangan sistem basis data wakaf yang sedang dikembangkan oleh BWI. Transformasi digital merupakan kebutuhan dasar dunia endowment saat ini. Di tengah perubahan keadaan masyarakat yang semakin mendekati kehidupan digital, sektor endowment harus mampu beradaptasi melalui perkembangan digitalisasi yang mampu mengakomodir proses bisnis pengelolaan wakaf.

“Padahal, melalui digitalisasi ini diharapkan ada peningkatan kualitas ekosistem wakaf yang sedang dikembangkan BWI,” ujarnya.

Selanjutnya keempat, fokus Wakaf PAU adalah penguatan advokasi wakaf dan literasi. Dalam hal advokasi, PAU Wakaf diharapkan dapat memberikan berbagai masukan dan masukan yang berharga untuk memperkuat aturan dan kebijakan wakaf di Indonesia, termasuk menilai regulasi yang telah diterapkan selama ini.

Sedangkan dari sisi literasi, PAU Wakaf diharapkan dapat memperkuat penyebaran informasi wakaf, termasuk diseminasi produk pengetahuan baru kepada masyarakat, sehingga literasi masyarakat dapat meningkat. Peningkatan literasi ini diyakini akan membuat optimalisasi potensi wakaf menjadi lebih baik.