92 Ribu Rumah di Banyumas Belum Layak Habitat

Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). (ilustrasi).

24 ribu RTLH telah dipulihkan dalam tiga tahun terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS – Jumlah rumah kosong (RTLH) di Kabupaten Banyumas masih besar. Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, Junaidi mengatakan, jumlah RTLH di Kabupaten Banyumas hingga 2020 tercatat sebanyak 92.660 unit.

Artinya, Pemerintah Kabupaten Banyumas masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk memperbaiki hunian yang bisa dihuni agar bisa ditinggali warga sehingga menjadi lebih terjangkau untuk ditinggali, jelasnya, sembari mendampingi bupati meninjau pelaksanaan pemugaran RTLH di beberapa lokasi di Banyumas, Jumat (28/9). 8).

Dalam program rehabilitasi RTLH, pemerintah tahun ini hanya mampu merehabilitasi 3.200 rumah. Rehabilitasi tersebut antara lain berasal dari program Bantuan Stimulus Perumahan Pribadi (BSPS) sebanyak 1.230 unit rumah, kegiatan rehabilitasi yang dibiayai oleh DAK (Dana Alokasi Khusus) untuk perumahan 195 unit, dan Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah sebanyak 496 unit atau 3 unit per unit. Desa.

Selain program rehabilitasi yang dikelola pemerintah, kata Junaidi, juga terdapat program rehabilitasi di lembaga bantuan. Antara lain, program rehabilitasi RTLH yang didanai oleh dana dari Baznas Banyumas, Lazisnu, Lazismu, REI, perbankan, dan lembaga lainnya.

Berdasarkan data yang dimilikinya, sepanjang tahun 2017 hingga 2020, sebanyak 24 ribu RTLH di Banyumas telah pulih. Dengan demikian, selama empat tahun terakhir, hanya sekitar seperempat RTLH yang menjalani rehabilitasi. Data tahun 2015 menunjukkan bahwa total RTLH saat itu sebanyak 116.700 unit, '& # 39; & # 39; dia berkata.

Ia juga menyebutkan bahwa program bantuan rehabilitasi RTLH yang disalurkan dari satu program ke program lainnya, berbeda-beda. Untuk program Bantuan Stimulus Perumahan Sendiri (BSPS), alokasi anggaran rehabilitasi sebesar Rp 17,5 juta. Sedangkan Bantuan Keuangan Provinsi sebesar Rp. 10 juta, & # 39; & # 39; dia berkata.